Baca: Kejadian 29: 15-30| Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 29-30, Matius 10: 1-23



 

Pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: “Apakah yang kau perbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapatkan Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?” – Kejadian 29: 25

Perjanjian Lama dipenuhi oleh tokoh yang tidak ramah yang tidak diketahui ketulusan hatinya. Laban, ayah mertua Yakub, merupakan contoh yang tepat. Bagaimana Laban menipu Yakub dapat menikahi anaknya yang lebih muda Rahel. Ketika malam pernikahan tiba Laban justru memberikan anaknya yang bernama Lea. Yakub menjadi marah. Ia telah bekerja untuk Laban selama tujuh tahun lamanya, dan Laban mencurangi dia.

UNTUK DI RENUNGKAN: Apabila kita menepati janji kita tidak menipu atau berbohong, maka kita adalah orang yang menjaga dan memiliki integritas. Konon di India pernah terjadi seorang muda yang baru setahun lulus sarjana kembali mengunjungi bekas kampusnya, dan langsung menghadap rektor. Pak rektor terperanjat hampir – hampir tak bisa memercayai telinganya sendiri. Apa gerangan yang terjadi? Anak muda itu ingin mengembalikan ijazahnya. Ia mengaku bahwa ia telah berlaku tidak jujur (menyontek) pada waktu ujian. Setelah terdiam beberapa lama, barulah sang rektor terharu berkata, “Nak, Anda kini malah lebih berhak atas gelar Anda. Anda telah membuktikan kejujuran Anda. Karakter ini jauh lebih berharga daripada nilai A pada ujian Anda.”

Ketidakjujuran hanya dapat dilunasi dengan kejujuran. Jangan malah di tutupi dengan kebohongan yang lain. Seperti halnya dosa juga cuma dapat diselesaikan dengan pengakuan dan pertobatan. Inilah integritas hidup yang sesungguhnya.

Tuhan, tolong agar supaya aku tetap hidup terus memiliki dan menjaga integritas hidup aku sebagai murid Kristus yang sesungguhnya.

SHARE
Previous articleSUP
Next articleKETAKUTAN